Minggu, 01 Juli 2012

BAB 12 : PENGARUH BUDAYA TERHADAP PERILAKU KONSUMEN


BAB 12 : PENGARUH BUDAYA TERHADAP PERILAKU KONSUMEN

a)        Uraikanlah perbedaan antara kepercayaan, nilai – nilai, dan kebiasaan. Jelaskanlah bagaimana pakaian yang dipakai seseorang pada waktu yang berbeda atau untuk kesempatan yang berbeda dipengaruhi oleh kebiasaan?
JAWAB :
Komponen kepercayaan dan nilai dalam definisi kita merujuk kepada akumulasi perasaaan dan prioritas yang dipunyai para individu mengenai “segala masalah” dan baranng milik. Untuk lebih tepatnya, kepercayaan terdiri dari sejumlah besar pernyataan mental dan verbal (yaitu, “saya percaya...”) yang menggambarkan pengetahuan dan penilaian khusus seseorang mengenai sesuatu (orang lain, toko, produk, merk). Nilai – nilai juga merupakan kepercayaan. Tetapi, nilai – nilai berbeda dari kepercayaan lain, karena mereka memenuhi kriteria berikut ini :
  • Relatif sedikit jumlahnya.
  • Berlaku sebagai pedoman bagi perilaku yang tepat secara budaya.
  • Abadi atau sulit diubah
  • Tidak terikat kepada obyek atau situasi tertentu
  • Diterima secara luas oleh para anggota masyarakat.
Karena itu, dalam arti luas, baik nilai – nilai maupun kepercayaan merupakan citra mental yang mempengaruhi berbagai macam sikap khusus yang, pada gilirannya, mempengaruhi kemungkinan cara seseorang bereaksi terhadap situasi tertentu.
Kebiasaan adalah cara perilaku yang kelihatan yang merupakan cara berperilaku yang disetujui dan dapat diterima secara budaya dalam berbagai keadaan tertentu. Kebiasaan terdiri dari perilaku sehari – hari atau rutin.
Ya, memang pakaian yang dipakai seseorang pada waktu yang berbeda dipengaruhi oleh kebiasaan. Kebiasaan berpakaian telah berubah secara dramatis, orang berpakaian lebih banyak berpakaian santai setiap waktu dan berbagai situasi dan kondisi. Contohnya di tempat pekerjaan, orang – orang memakai pakaian kantor (resmi) dan di tempat yang santai seperti sedang berlibur, orang terkadang memakai baju santai selayaknya sedang rekreasi.

b)        Sebuah perusahaan susu mempertimbangkan untuk menargetkan anak – anak usia sekolah dengan menempatkan produknya sebagai makanan bergizi yang sehat. Bagaimana pengertian mengenai bentuk pembelajaran budaya dapat digunakan dalam mengembangkan strategi yang efektif untuk menargetkan pasar yang diharapkan? Jelaskan
JAWAB :
 Para antropolog telah mengenali tiga bentuk pembelajaran budaya yang berbeda :
  • Pembelajaran formal : Di mana orang – orang dewasa dan saudara – saudara yang lebih tua mengajar anggota keluaga muda “bagaimana berperilaku”.
  • Pembelajaran informal : Di mana seorang anak terutama belajar dengan meniru perilaku orang – orang lain tertentu, seperti keluarga, teman – teman, atau pahlawan TV.
  • Pembelajaran teknis : Di mana para guru mengajar anak tersebut dalam lingkungan pendidikan mengenai apa yang harus dilakukan, bagaimana harus dilakukan, dan mengapa harus dilakukan
Walaupun iklan perusahaan dapat mempengaruhi ketiga type pembelajaran budaya  itu, mungkin banyak iklan produk yang meningkatkan pembelajaran budaya informal dengan memberikan model perilaku yang akan ditiru kepada audiens. Hal ini terutama terjadi pada produk yang dapat dilihat dan mencolok atau produk yang dinilai di lingkungan masyarakat, dimana pengaruh teman sebaya mungkin memainkan peran penting. Disamping itu juga orang tua pasti memberikan yang terbaik untuk para anak – anaknya, tentunya memberikan susu yang terbaik untuk para anak – anaknya.
strategi yang efektif untuk menargetkan pasar yang diharapkan yaitu dengan melakukan stan – stan kecil di sekolah – sekolah dan melakukan penyuluhan tehadap orang tua, agar mereka mengerti bahwa produk makanan yang ditawarkan adalah makanan bergizi yang sehat.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar