Rabu, 30 Mei 2012

TUGAS 5 : PEMBELAJARAN


a.       Bagaimana prinsip-prinsip teori pengkondisian klasik dapat diterapkan dalam strategi pemasaran? Jelaskan
Jawab :
·         Pengulangan : pengulangan meningkatkan kekuatan asosiasi antara stimulasi yang dikondisikan dan stimulus yang tidak dikondisikan dan memperlambat proses melupakannya. Keefektifan pengulangan tergantung pada banyaknya iklan yang bersaing yang terpapar konsumen.
·         Generalisasi stimulus : menjelaskan alasan berbagai produk tiruan sukses di pasar : para konsumen mengacaukan produk – produk tersebut dengan produk asli yang telah mereka lihat diiklankan.
Prinsip generalisasi stimulus meliputi :
§  Perluasan lini, bentuk, dan golongan produk
§  Pemakaian merk gabungan (family branding)
§  Pemberian lisensi (licensing)
§  Menggeneralisasi situasi pemakaian
§  Diskriminasi stimulus
§  Pengaturan posisi
§  Differensiasi produk
·         Diskriminasi stimulus : lawan dari generalisasi stimulus dan menghasilkan pilihan stimulus yang khusus di antara stimuli yang serupa.
Strategi diskriminasi stimulus :
§  Pengaturan posisi
§  Differensiasi produk
  
b.      Suatu perusahaan kosmetik memperkenalkan serangkaian krim kulit yang lengkap untuk meningkatkan lini produknya. Bagaimana perusahaan dapat menggunakan generalisasi stimulus untuk memasarkan produk-produk ini? Bagaimana caranya agar pengkondisian instrumental dapat diterapkan pada keadaan pemasaran ini?
Jawab :
            Dalam kasus ini, pemasar tidak hanya menawarkan perluasan lini produk yang mencangkup ukuran yang berbeda, warna yang berbeda, bahkan rasa yang berbeda, mereka juga menawarkan perluasan bentuk produk. Pemasar dapat memperluas bentuk produk dengan cara krim kulit pada pemakaian pagi hari dan malam hari, tentunya hasil yang diperoleh akan berbeda bagi perawatan kulit. Dan perluasan golongan produk kosmetik dengan cara memperluasnya dengan membuat parfum dengan brand yang serupa.  
Perusahaan dapat menggunakan generalisasi stimulus untuk memasarkan produk-produk ini dengan membuat kemasan mereka serupa betul dengan merk yang memimpin secara nasional. Para pemasar mengharapkan agar para konsumen mengacaukan kemasan mereka dengan merk yang utama dan membeli meek mereka daripada merk yang utama. Pengkondisian instrumental dapat diterapkan pada keadaan pemasaran ini, untuk menjelaskan bagaimana para konsumen mempelajari berbagai perilaku yang sangat sederhana, pengkondisian instrumental lebih bermanfaat untuk menjelaskan berbagai kegiatan yang kompleks dan berorientasi tujuan.
Aplikasi strategi pengkondisian instrumental :
·         Kepuasan (penguatan) pelanggan
·         Urutan penguatan
·         Pembentukan perilaku
·         Pembelajaran terkumpul versus pembelajaran distribusi
Dengan teknik diatas, pemasar bisa melakukan Pengkondisian instrumental untuk menilai sejauh mana teknis strategis dijalankan sudah baik atau tidak, dan selanjutnya dievaluasi.

c. Apakah perbedaan antara media dengan keterlibatan yang rendah dan yang tinggi? Bagaimana Anda dapat menerapkan pengetahuan pembagian otak dalam dua belahan pada rancangan iklan di TV dan iklan CETAK?

Jawab :
Dalam  pembentukan konsep media dengan keterlibatan yang tinggi dan yang rendah, teori keterlibatan selanjutnya memfokuskan pada keterlibatan konsumen dengan berbagai produk dan pembelian. Teori ini secara singkat membuat hipotesa bahwa terdapat konsumen dengan keterlibatan yang tinggi dan rendah; maka, terdapat pula pembelian dengan keterlibatan yang tinggi dan rendah. Tingkat ketelibatan konsumen tergantung pada tingkat keterkaitan pribadi yang ditimbulkan produk untuk konsumen itu. Teori keterlibatan mengemukakan bahwa orang terlibat dalam pengolahan informasi yang terbatas dalam situasi yang tidak begitu penting atau berkaitan dengan mereka dan dalam pengolahan informasi yang ekstensif dalam situasi yang menpunyai keterkaitan yang tinggi.
Teori pembagian otak atas dua belahan melahirkan teori bahwa televisi merupakan medium dengan keterlibatan rendah yang mengahasilkan pembelajaran pasif, dan media cetak dan interaktif mendorong pengolahan informasi yang lebih kognitif. Informasi kognitif (verbal)diolah oleh otak sebelah kiri;jadi, media cetak (yaitu, surat kabar dan majalah) dan media interaktif dianggap merupakan media dengan keterlibatan yang tinggi. Teori pengolahan informasi yang pasif oleh otak kanan konsisten dengan pengkondisian klasik.  Dalam situasi pembelajaran pasif (yang ditimbulkan oleh media dengan keterlibatan yang rendah), hanya pengulangan yang diperlukan untuk menghasilkan perilaku pembelian.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar